CONTOH LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH (LPM)

 

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH (LPM)

 

Judul               :  Pengendalian Hama penggerek buah PBKo pada tanaman kopi

Tujuan             :  Petani dapat mengetahui cara pengendalian Hama penggerek buah PBKo pada tanaman kopi sesuai anjuran

Metode           :  Ceramah, Diskusi

Media               :  Folder

Waktu             :  60 Menit

Sasaran            :  Kelompok Tani Karya Pemuda 

Alat Bantu      : -

NO

POKOK KEGIATAN

URAIAN KEGIATAN

WAKTU (MENIT)

KETERANGAN

1.

PENDAHULUAN

Ø Memberikan salam

Ø Tujuan dilaksanakannya kegiatan

 

10’

Ø  Membuka kegiatan penyuluhan

2.

ISI / MATERI

Ø Membagikan folder

Ø Menjelaskan tentang  apa itu hama penggerek buah tanaman kopi

Ø Menjelaskan tentang pengaruh serangan hama penggerek buah

Ø Menjelaskan tentang cara pengendalian hama penggerek buah yang tepat

Ø Diskusi dan tanya jawab

 

40 ‘

 

Ø  Menyampaikan materi penyuluhan kepada pelaku utama

Ø  Memberikan kesempatan kepada petani untuk bertanya dan berdiskusi

Ø  Waktu lebih banyak dipergunakan untuk berdiskusi

3.

PENGAKHIRAN

Ø  Kesimpulan

Ø  Evaluasi

Ø  Penutup

10 ‘

Ø  Menyimpulkan hasil pertemuan pada kegiatan penyuluhan tersebut

Ø  Mengakhiri dengan memberikan salam penutup 

 

 

 

Waspada,   November 2020

Penyuluh,

 

 

Sulis Tarida, SP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SINOPSIS

 

 

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH PBKo

PADA TANAMAN KOPI

Hypothenemus hampae merupakan salah satu penyebab utama penuruna produksi dan mutu kopi di Indonesia. Serangga PBKo perkembangan nya dengan metamorfosa sempurna dengan tahapan telur, larva,pupa dan imago atau serangga dewasa. Pada ketinggian 500 m dpl, serangga membutuhkan waktu 25 hari untuk perkembangan nya. Lama hidup serangga betina rata-rata 156 hari. Serangga H hampei masuk kedalam buah kopi dengan cara membuat lubang pada ujung buah. Ada dua kerusakan yang disebabkan oleh hama ini, yaitu mati buah muda sehingga berpengaruh pada penurunan produktivitas kopi yang mencapai 40-60% dan merusak hasil panen kualitan.

Pengendalian hama penggerek buah dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu: pengendalian dengan kultur teknis, pengendalian secara fisik dan mekanis serta pengendalian secara biologi

Diharapkan melalui penyuluhan ini petani mengetahui adanya serangan hama penggerek buah PBKo pada kegiatan budidaya tanaman kopi dan petani tau bagaimana cara pengendalianya, sehingga petani dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil budidaya kopi mereka.

Waspada, November 2018

Penyuluh,

 

 

Sulis Tarida, SP

 

 

 

MATERI PENYULUHAN

 

 

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH PBKo

PADA TANAMAN KOPI

A.    Ekologi hama penggerek buah PBKo

Hypothenemus hampae merupakan salah satu penyebab utama penuruna produksi dan mutu kopi di Indonesia. Serangga PBKo perkembangan nya dengan metamorfosa sempurna dengan tahapan telur, larva,pupa dan imago atau serangga dewasa. Kumbang betina akan bertelur membuat lubang gerakan dengan diameter lebih kurang 1 mm pada buah kopi. Stadium larva 10-26 hari dan stadium pupa 5– 9 hari. Pada ketinggian 500 m dpl, serangga membutuhkan waktu 25 hari untuk perkembangan nya. Lama hidup serangga betina rata-rata 156 hari.

Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/hypotan%202.jpgSerangga H hampei masuk kedalam buah kopi dengan cara membuat lubang pada ujung buah. Ada dua kerusakan yang disebabkan oleh hama ini, yaitu mati buah muda sehingga berpengaruh pada penurunan produktivitas kopi yang mencapai 40-60% dan merusak hasil panen kualitan. Serangan pada buah kopi yang bijinya masih lunak tidak akan menghasilkan buah, warna nya berubah menjadi kuning kemerahan dan akhirnya gugur, sementara serangan pada buah yang bijinya telah mengeras akan menyebabkan penurunan kualitas biji kopi.

Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: Description: http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/01-%20copy.jpg

B.     Pengendalian hama penggerek buah PBKo

1.      Pengendalian hama secara kultur teknis

a.       Pemupukan dilakukan secara berimbang, untuk memicu waktu pembungaan yang relatif seragam sehingga dapat memutus siklus hidup PBKo.

b.      Pemangkasan tanaman kopi dan penaungnya dilakukan secara rutin untuk mengurangi tingkat kelembapan dan suhu lingkungan sehingga menciptakan kondisi yang kurang cocok untuk perkembangan PBKo.

c.       Petik bubuk, yaitu memetik semua buah yang sudah terserang PBKo pada saat 15-30 hari menjelang panen raya. Kemudian semua buah tersebut direndam dengan air panas atau dikubur untuk membunuh serangga yang ada di dalam buah.

d.      Rampasan/racutan, yaitu memetik semua buah kopi yang ada, baik yang sudah matang maupun yang belum pada akhir masa panen raya.

e.       Lelesan, yaitu mengumpulkan semua buah yang jatuh, kemudian dikubur untuk dijadikan kompos atau dibakar, agar PBKo yang terdapat dalam buah mati.

2.      Pengendalian secara fisik dan mekanis

Yaitu pengendalian dengan menggunakan alat dan senyawa perangkap kumbang betina. Alat perangkap sederhana terbuat dari botol air mineral yang dicat merah dilubangi di bagian samping untuk masuk kumbang dan pada bagian dasar diisi air ditambah dengan deterjen sebagai tempat penampung hama. Senyawa penarik hama (atractant) berupa cairan dengan bahan dasar etanol dalam plastik atau botol kecil yang digantungkan di dalam alat perangkap

3.      Pengendalian secara biologis

a.       Pemanfaatan parasitoid Cephalonomia stephanoderis yang telah diperbanyak dan dilepas untuk mengendalikan PBKo di beberapa perkebunan kopi di Malang. Pelepasan parasitoid harus diulang secara berkala agar efektif mengendalikan populasi PBKo di lapang.

b.      Pemanfaatan jamur patogen serangga Beauveria bassiana yang relatif lebih mudah untuk diisolasi dari lapangan, diperbanyak secara massal, diformulasikan, dan diaplikasikan. Cara aplikasi di lapangan sangat mudah, yaitu buah masak pertama yang terserang PBKo, dikumpulkan, dicampur dengan jamur, dan dibiarkan selama satu malam, kumbangnya akan keluar dan dilepas sehingga dapat menularkan jamur kepada pasangannya di kebun.

Diharapkan melalui penyuluhan ini petani mengetahui adanya serangan hama penggerek buah PBKo pada kegiatan budidaya tanaman kopi dan petani tau bagaimana cara pengendalianya, sehingga petani dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil budidaya kopi mereka.

 

 

Sumber : Dari berbagai sumber

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR HADIR PERTEMUAN

 

 

Nama Kegiatan           :.................................

Hari / Tanggal             :.................................

Tempat                        :.................................

 

 

 

No

Nama

Jabatan dalam kelompok

Tanda Tangan

 

1

 

 

 

 

 

1

 

 

2

2

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

3

 

 

4

4

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

5

 

 

6

6

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

7

 

 

8

8

 

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

9

 

 

10

10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11

 

 

 

 

 

11

 

 

12

12

 

 

 

 

 

13

 

 

 

 

 

13

 

14

14

 

 

 

 

 

15

 

 

 

 

15

 

 

 

 

 

An Peserta                                                                          Ketua Kelompok Tani

 

 

 

 

 

 


Mengetahui

Kepala BPP Kec. Sekincau

 

 

 

 

ALMUNIR, S.Pt

NIP.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Ekstrak Bubur California sebagai Fungisida